Posts

The Taking of Pelham One Two Three (1974) : Tidak Sekadar Bajak Kereta

Image
Mungkin karena saya ‘alergi’ dengan yang namanya remake/re-boot/re-invision atau apalah istilahnya, saya melupakan versi filmnya di tahun 2009 yang dibintangi John Travolta dan Denzel Washington, meski disutradari oleh mendiang Tony Scott yang telah piawai menggarap film-film action sekalipun! Dan saya tekankan disini, bahwa saya tidak menyukai gaya kamera dengan kecepatan tinggi atau tiba-tiba dengan cepat di-zoom atau bergerak cepat dari satu titik ke titik lainnya, kurang lebih seperti itu.
Film orisinilnya, The Taking of Pelham One Two Three (1974) akhirnya menjawab rasa kepenasaran saya, dan berhasil menghibur saya dari menit awal hingga menit akhir! Garapan seorang sutradara yang tidak saya kenal, Joseph Sargent, dengan jajaran bintang legendaris -kalau boleh dibilang klasik- yakni mendiang Walter Matthau dan Robert Shaw. Dibanding remake-nya, saya rasa film ini lebih mengutamakan sisi drama kelam meski ada beberapa adegan laga, dan tentunya dibubuhi sedikit komedi, itu yang saya…

Body Double (1984) : Sajian Erotis dari Tuan De Palma

Image
Jarang sekali ada film thriller erotis barat yang menampilkan aktor-aktris terkenal … maksud saya … film dengan genre tersebut yang menampilkan adegan vulgar secara eksplisit. Sebut saja Sharon Stone dalam Basic Instinct (1992) yang fenomenal itu, atau Glenn Close dalam Fatal Attraction (1987), Kim Bassinger dalam 91/2 Weeks (1986) atau Kathleen Turner dalam Body Heat (1981). Tapi tidak semua film yang dimaksud merupakan film yang memiliki unsur suspens yang kental ala Brian De Palma, sang sineas brilian yang terkenal lewat karya-karyanya seperti Carrie (1976), Scarface (1983), The Untouchables (1987), Carlito’s Way (1993) ataupun Mission: Impossible (1996). Dengan mengusung gaya Hitchcock, hampir semua filmnya secara keseluruhan mengandung unsur kejahatan atau kriminal dan misteri.
Film Body Double (1984) adalah salah satu film thriller erotis dengan para pemain yang sebenarnya tidak begitu dikenal. Namun nama aktris Melanie Griffith dengan penampilan beraninya yang boleh dikatakan m…

12 Angry Men (1957) : Mereka Marah karena Apa?

Image
Sudah cukup banyak orang Indonesia yang me-review dan merekomendasikan film ini, hingga akhirnya saya pun ‘gatal’ dan ingin ikut-ikutan komentar sedikit. Sekilas, saya menduga akan film jadul hitam-putih tentang persidangan, lebih spesifiknya … ya tentang juri, mengapa? Ya karena 12 (dua belas) adalah jumlah juri dalam persidangan. Dari judulnya pun, saya sekali lagi menduga akan kemarahan dua belas orang juri terhadap tersangka, yang mungkin membuat geram publik. Atau mungkin juga bakal hadir berbagai konflik diantara kedua belas orang juri dalam menentukan hasil akhir persidangan, maksudnya film tersebut fokus di adegan persidangan.
Dari semua dugaan dalam benak saya, ternyata sebagian benar adanya … namun, sebagian besar tidak! Saya pribadi memberikan apresiasi kepada para reviewer, karena film lawas nan semi-purba tersebut, terlebih dengan format hitam-putih, dan dengan genre drama persidangan yang pastinya tidak menghadirkan apa-apa selain dialog, adalah sesuatu yang langka di Ind…

Silent Running (1972) : Aku dan Lingkungan

Image
Apapun istilahnya, tapi film ini sudah jelas menyampaikan pesan inti : CINTAILAH PRODUK-PRODUK … EEEH, LINGKUNGAN ALAM MAKSUDNYA!
Saya sudah lama membaca sinopsis filmnya di sumber dari segala sumber –meski belum tentu 100% akurat- yakni, mbah wikipedia. Namun saya kala itu tidak terlalu fokus dan agak melupakan film tersebut menceritakan apa, yang pasti itu adalah film science fiction yang bertemakan luar angkasa, ala 2001 : A Space Odyssey atau Star Wars, dan tentunya dibumbui aksi laga. Silent Running adalah sebuah film ber-genre science fiction drama dengan setting jauh di masa depan, ketika planet bumi kita yang tercinta sudah mengalami kerusakan ekologi akibat suhu yang teramat tinggi, sehingga tidak ada lagi lingkungan alami seperti keadaan saat ini.
Diceritakan, adanya pesawat kargo luar angkasa yang memuat beberapa unit kubah lingkungan alam –seperti kebun mini, lengkap dengan pepohonan, tanaman serta binatang piaraan- sedang mengorbit di sekitar Planet Saturnus. Adalah Freem…

Highlander (1986) : Siapa yang Ingin Hidup Selamanya?

Image
“Here we are … born to the king, we’re the princes of the universe …”
Sepenggal kalimat dari lirik lagu tersebut menghiasi opening credit dari film Highlander, tapi tunggu!!! Film Highlander yang mana??? Versi layar lebar atau televisi??
Kata highlander mungkin sudah umum kita dengar dimana-mana, terutama bagi saya yang besar di era 90an, kala itu dibantu oleh popularitas film seri nya di salah satu televisi swasta. Film yang dibintangi oleh aktor Inggris, Adrian Paul sebagai Duncan MacLeod adalah spin-off dari film orisinilnya, yakni Highlander (1986). Jika tak salah ingat –karena sudah lama sekali- dari film seri itulah, saya kemudian mengetahui film layar lebarnya yang menceritakan tentang Connor MacLeod yang dibintangi oleh Christopher Lambert. Plus, di era 90an juga sempat mengudara serial animasinya yang –lagi-lagi- merupakan spin-off dengan tokoh utamanya, Quentin MacLeod. Belum lagi dijadikan novelisasi dan komiknya … so, ternyata ada beberapa tokoh utama dari klan MacLeod, hmmm…

Escape From New York (1981) : Melarikan Diri dari Permainan Berbahaya

Image
“ I guess I go in one way or the other... doesn't mean s**t to me. All right... I'll do it. Give me the pardon paper” – Snake Plissken
Prolog 
Bagaikan pelarian dari suatu tempat yang sesungguhnya membuat kita gerah dan tidak betah. Ada sebuah jalan misterius, yang mempertemukan kita kepada sebuah misi yang menawarkan sebuah dilema. Misi yang ‘harus’ kita jalankan, entah dengan keterpaksaan, keikhlasan atau determinasi hati bahkan kitapun seperti tidak diberikan sebuah pilihan … benar-benar sulit. Meski kita sudah berpengalaman, namun kita terus ditekan hingga ujung tanduk yang selalu siap untuk menusuk kita suatu waktu. Kita diberikan sebuah tantangan diluar dugaan yang berisiko sangat tinggi. Kitapun terjun ke dalam misi yang membawa kita ke sebuah tempat yang penuh dengan kegelisahan, keresahan, kegalauan, kemarahan serta keterasingan yang nampaknya tiada batas. Kita terus bertarung dalam menghadapi semua itu, sambil terus melirik waktu yang tersisa berlalu dengan cepat, terk…