Posts

The Crying Game (1992) : Cinta, Nurani dan Nasionalisme

Image
Mengejutkan! Sangat mengejutkan!! Itulah pengalaman saya selama mengikuti jalan cerita, terutama di pertengahan film hingga ending-nya.
Saya agak bingung, entah mulai dari mana akan saya beberkan beberapa unsur penting –atau mungin tepatnya, premis- di film ini. Okeh, baiklah … saya ceritakan secara kronologis aja ya …
Film ini telah lama saya ketahui, sejak kehebohan ajang Academy Awards di tahun 1992 silam, yang diangkat oleh media televisi swasta dan majalah serta surat kabar. Saya lupa, apakah film ini pernah masuk bioskop di tanah air atau tidak, mengingat sebuah kontroversi begitu melekat.
Yang saya ketahui waktu itu bahwa The Crying Game adalah sebuah film yang bermutu, setelah mendapat penghargaan Oscar untuk Best Original Screenplay dan beberapa nominasi termasuk Best Picture dan Best Supporting Actor. Saya yang menggemari genre action kala itu, tidak tertarik dengan film drama thriller di film ini, meski ada sedikit action-nya.
Popularitas film ini juga diangkat melalui tema lag…

25 Film Favorit Saya Sepanjang Masa … Sejauh Ini

Image
Film favorit, bukan berarti film terbaik. Begitu pula sebaliknya. Jujur, jika saya beri peringkat, semua film tersebut diberikan empat bintang penuh, sesuatu yang biasa saya lakukan pada saat review film. Saya tegaskan, bahwa film adalah hasil kreasi dari seni yang digabungkan dengan unsur komersil. Hal yang umum di Hollywood, tapi kebanyakan film-film Eropa lebih mementingkan estetika sebagai nilai seni yang diangkat. 
Interpretasi dan persepsi hasil karya seni berbeda-beda dari setiap orang yang menikmatinya. Pun tak luput dari penilaian para kritikus top dunia, yang biasanya pada ‘nongkrong’ di situs rottentomatoes, misalnya. Memang, kebiasaan saya adalah menonton sebuah film, lalu saya baca referensinya di wikipedia, yang biasanya membahas kritik bersumber dari rottentomatoes dan metacritic ... maaf ya untuk imdb!. Pada akhirnya, membahas sebuah film adalah membahas selera, layaknya kita memilih makanan atau minuman.

Dari semua jajaran film berikut, setelah saya rangkum, kebanya…

Gempuran Film Superhero di Jaman 'Now'

Image
Di era ‘perang’ film Superhero antara dua studio besar, yakni Marvel dan DC –tepatnya Marvel Cinematic Universe dan DC Extended Universe- yang sedang berlangsung, dan tampaknya bakal panjang ... ah, bodo amat!! Kedua studio tersebut lahir dari penerbit komik Superhero dari negara Paman Sam, dan saya sendiri adalah penggemar komik-komik Eropa. Gempuran demi gempuran terjadi dalam satu hingga dua dekade ini, yang mendominasi blockbuster summer movies setiap tahunnya, tak hanya di Amrik sana, tapi di seluruh dunia.
Kini di Hollywood, membuat film Superhero semakin mudah. Berbagai studio film raksasa –selain kedua studio film yang saya sebutkan diatas- berlomba-lomba menggelontorkan dana besar. Disney berhasil membeli Marvel Entertainment, sedangkan Warner Bros memegang lisensi karakter DC. Well, sepertinya fenomena tersebut ditujukan kepada objek yang menjadi biang kerok selama ini, apa lagi kalau bukan CGI (Computer Generated Imagery)!
Saya jadi ingat di medio 90’an, pada saat CGI itu mas…

Horor Rasa Baru itu Ada di Film Happy Death Day

Image
Ketika kematian terjadi pada diri seseorang, namun sesungguhnya ia terbangun dari tidurnya, mengalami kematian lagi, bangun lagi dengan kondisi sama persis semuanya, balik lagi seperti semula … begitu seterusnya, lalu kapan berakhirnya??
Tampaknya orang tersebut mengalami déjà vu, yakni kejadian sama yang terus terulang kembali … yang anehnya, berkali-kali lho, apa gak bosen tuh? Fenomena déjà vu atau banyak yang menyebut konsep time loop di film horor modern terbaru, Happy Death Day (2017), adalah sesuatu yang fresh dan menawarkan konsep berbeda dari film-film horor lainnya.
Film yang mengisahkan seseorang yang bernama Tree (Jessica Rothe) yang mengalami kematian yang berulang kali, dibunuh oleh seseorang yang tidak dikenal pas di hari ulang tahunnya. Setiap kali Tree terbangun, segala kondisi ruang dan waktu serta peristiwa sama persis seperti kondisi saat ia terbangun sebelumnya. Begitu terus kondisinya, hingga Tree harus mengubah setting kejadian, yakni bertindak untuk mencari tahu…